BeritaDaerahNewsPemerintahan

HUT Ke-64 PWRI, Wagub Jihan Ajak Purnabakti Terus Mengabdi dan Berkontribusi bagi Pembangunan Lampung

REAKSI.CO.ID — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) untuk terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan, meski telah memasuki masa purnabakti.

Ajakan tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di GSG Karya Bhakti Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandar Lampung, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Jihan mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar PWRI. Menurutnya, usia 64 tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan pengabdian dan kontribusi dalam mendukung pembangunan bangsa.

“64 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak jejak pengabdian, pengalaman, dan prestasi yang telah diukir PWRI dalam mendukung pembangunan bangsa dan negara,” ujar Jihan.

Ia menegaskan, semangat pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Para purnabakti, kata dia, tetap menunjukkan komitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat dan pemerintah melalui berbagai kegiatan.

Jihan mengaku optimistis terhadap masa depan Lampung setelah melihat para anggota PWRI tetap sehat, aktif, dan produktif. Menurutnya, pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan para purnabakti menjadi modal penting dalam membimbing generasi penerus menuju Indonesia Emas.

“Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tidak mengenal batas usia. Pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan tetap dibutuhkan dalam membangun daerah. Karena itu, saya memohon dukungan, nasihat, dan doa dari Bapak dan Ibu dalam mengawal pembangunan Provinsi Lampung,” katanya.

Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada anggota PWRI yang telah mengabdikan diri di berbagai sektor, seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya. Menurutnya, pembangunan yang dinikmati masyarakat saat ini berdiri di atas fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.

“Jika hari ini Pemerintah Provinsi Lampung, para bupati, dan wali kota dapat menjalankan tugas dengan lebih baik, sesungguhnya semua itu berdiri di atas fondasi yang telah dibangun oleh Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih atas seluruh pengabdian, dedikasi, dan kerja keras yang telah diberikan untuk kemajuan Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia menilai masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan kesempatan yang lebih luas untuk terus berkarya, berbagi pengalaman, menyampaikan gagasan, serta menginspirasi masyarakat.

Menurut Jihan, PWRI merupakan wadah yang tepat bagi para purnabakti untuk tetap produktif. Ia juga mengapresiasi berbagai program organisasi tersebut, salah satunya Sekolah Lansia, yang dinilai mampu menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial para anggotanya.

“PWRI adalah keluarga besar yang memiliki pengalaman panjang, wawasan luas, serta kebijaksanaan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang seluas-luasnya bagi Bapak dan Ibu untuk memberikan masukan, pandangan, nasihat, serta pemikiran yang konstruktif,” katanya.

Jihan menambahkan, kemajuan Provinsi Lampung merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu yang telah mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan saling mendukung demi mewujudkan Lampung yang semakin maju dan sejahtera.

“Semoga PWRI senantiasa menjadi organisasi yang terus berkarya, membersamai pemerintah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan, tetap semangat, serta terus menjadi penuntun bagi kami dalam membangun Provinsi Lampung yang semakin maju,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Provinsi Lampung, Herman HN, mengajak seluruh anggota PWRI untuk terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara meski telah memasuki masa purnabakti.

Menurut Herman, pengalaman panjang yang dimiliki para pensiunan merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang. Anggota PWRI, lanjutnya, dapat terus berkontribusi melalui tenaga, pemikiran, pengalaman, serta masukan yang konstruktif kepada pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga pemerintah daerah dan desa.

“Mari kita menjadi mitra pemerintah dengan memberikan solusi, masukan, serta dukungan yang konstruktif. Kita semua pernah mengabdi di pemerintahan dan memahami bahwa menjalankan roda pemerintahan bukanlah pekerjaan yang mudah,” ujar Herman.

Ia juga mendorong seluruh anggota PWRI untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

“Selama kita masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan oleh Allah SWT, marilah kita terus berkarya dan berbuat baik. Membantu tetangga, keluarga, dan masyarakat merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada sesama manusia,” pungkasnya.(*).

Exit mobile version