Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar untuk melanjutkan pembangunan trotoar di sejumlah ruas jalan protokol sepanjang 2026.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada penataan kawasan perkotaan, tetapi juga dibarengi pembenahan sistem drainase guna mengatasi persoalan genangan air yang selama ini menjadi penyebab kerusakan jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dedi Sutiyoso, mengatakan pekerjaan fisik di sejumlah titik telah mulai dilaksanakan.
“Sudah mulai. Di Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Diponegoro, termasuk Sultan Agung,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, pada tahun ini terdapat sedikitnya tiga lokasi prioritas pembangunan trotoar. Sementara ruas jalan yang belum tersentuh telah masuk dalam perencanaan dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027.
Menurut Dedi, panjang pembangunan trotoar di setiap ruas jalan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pemkot juga akan menyambungkan trotoar yang selama ini terputus agar jalur pejalan kaki menjadi lebih aman, nyaman, dan terintegrasi.
Selain membangun fasilitas pejalan kaki, Pemkot turut memperbaiki saluran drainase di sepanjang lokasi pekerjaan. Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan banyak kerusakan badan jalan disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
“Kita sekalian membenahi trotoar sekaligus drainasenya,” kata Dedi.
Kata dia, pembangunan trotoar dan drainase menjadi satu kesatuan pekerjaan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih maksimal, baik dari sisi estetika kota maupun peningkatan kualitas infrastruktur.
Total anggaran yang disiapkan untuk program pembangunan trotoar tahun ini mencapai lebih dari Rp30 miliar. Dana tersebut terbagi ke dalam beberapa paket pekerjaan yang dikerjakan di berbagai ruas jalan utama Kota Bandar Lampung.
“Anggarannya lebih dari Rp30 miliar, terdiri dari beberapa paket pekerjaan,” kata dia. (***)










