Daerah

Viral Tapi Tak Bersih, DLH Lampung Utara Dituding Cuma Datang Foto-Foto

Lampung Utara-Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan publik. Warga menilai DLH terkesan kehilangan hati nurani setelah tumpukan sampah di belakang rumah jabatan Ketua DPRD Lampung Utara, tepatnya di Jalan Punai Jaya No.25/A, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, masih menggunung meski sebelumnya dijanjikan akan segera dibersihkan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ironisnya, lokasi tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial. Bahkan, pihak DLH melalui Kabid terkait disebut telah berjanji melakukan pengangkutan sampah. Namun hingga Jumat, 22 Mei 2026 pukul 14.59 WIB, kondisi di lapangan belum menunjukkan perubahan signifikan.

Tumpukan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga masih terlihat berserakan di lahan kosong kawasan LK 2 RT 3 Tulung Batuan. Bau menyengat juga masih dikeluhkan warga sekitar.

“Dinas sudah turun membersihkan, tapi faktanya hari ini sampah masih menggunung. Warga menilai DLH ngambilnya nggak bersih. Terkesan hanya numpang foto saja seolah-olah sudah turun. Ini pembohongan publik,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kekecewaan masyarakat semakin bertambah karena inisiatif warga untuk bergotong royong membersihkan lokasi justru disebut terhambat persoalan birokrasi. Ketua RT setempat berdalih kegiatan harus mendapat izin dari kepala lingkungan sebelum dilakukan.

Situasi ini memicu kritik keras terhadap pola kerja DLH Lampung Utara yang dinilai lebih mengutamakan pencitraan dibanding penyelesaian persoalan di lapangan.

“Datang, foto, klaim bersih, tapi kondisi sampah tidak berubah. Kalau hanya untuk dokumentasi, buat apa turun ke lokasi?” keluh warga lainnya.

Lebih ironis lagi, titik sampah berada tidak jauh dari rumah dinas pimpinan DPRD Lampung Utara. Warga menilai semestinya pengawasan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat karena lokasinya strategis dan mudah diketahui pejabat Daerah.

Masyarakat pun khawatir pembiaran ini dapat berdampak pada kesehatan lingkungan dan memicu penyakit bagi warga sekitar. Mereka menilai pemerintah daerah seakan tidak hadir dalam persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Sejumlah warga mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar respons seremonial.

“Kalau cuma foto-foto, lebih baik jangan datang. Warga sudah capek janji-janji,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DLH Lampung Utara, Kelurahan Tanjung Harapan, maupun Kecamatan Kotabumi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terbaru di lokasi tersebut. Publik kini menunggu sikap Bupati Lampung Utara, apakah akan menegur instansi terkait atau membiarkan persoalan sampah terus menjadi keluhan warga.(Tim-PWRI)

Exit mobile version