Lampung Utara – Revitalisasi Pasar Dekon Kotabumi yang semula digadang-gadang menjadi ikon pasar modern di Kabupaten Lampung Utara kini justru memunculkan kekecewaan dan keresahan di kalangan pedagang. Proyek yang dijanjikan membawa wajah baru pusat ekonomi rakyat itu hingga kini belum menunjukkan progres signifikan, sementara kepastian penyelesaian masih belum jelas.
Para pedagang yang sejak lama direlokasi ke tempat penampungan sementara mengaku semakin tertekan. Selain fasilitas yang terbatas, kondisi pasar relokasi dinilai tidak mampu mendukung aktivitas perdagangan secara maksimal. Dampaknya, omzet pedagang terus merosot dibanding sebelum revitalisasi dimulai.
“Sudah lama kami bertahan di tempat sementara, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa kembali berdagang di pasar yang baru,” keluh salah seorang pedagang. Selasa (26/5/2026)
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama pihak pengembang sempat menyampaikan optimisme bahwa Pasar Dekon akan selesai dan menjadi pusat perdagangan modern pada tahun 2026. Namun realita di lapangan memunculkan tanda tanya besar. Berdasarkan informasi yang beredar, progres pembangunan disebut baru mencapai sekitar 30 persen, sementara target penyelesaian terus berubah tanpa penjelasan resmi kepada publik.
Situasi tersebut membuat para pedagang mulai kehilangan harapan. Banyak yang merasa hanya diberi janji tanpa kepastian nyata. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, mereka dipaksa bertahan dalam ketidakjelasan yang berkepanjangan.
Tidak hanya persoalan lambannya pembangunan, pengawasan proyek juga menjadi sorotan. Sejumlah insiden di area pembangunan disebut sempat terjadi, termasuk material bangunan yang menimpa kios relokasi pedagang hingga rumah warga di sekitar proyek. Peristiwa itu memicu kekhawatiran masyarakat terkait aspek keselamatan kerja dan keamanan lingkungan.
Publik kini mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi proyek strategis tersebut. Pemerintah dinilai tidak boleh hanya hadir saat seremoni dan penyampaian janji pembangunan, namun minim respons ketika pedagang mulai mengeluhkan dampak yang mereka alami.
Revitalisasi Pasar Dekon sejatinya bukan sekadar pembangunan fisik semata. Di dalamnya terdapat harapan ratusan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli setiap hari. Ketika proyek berjalan lambat tanpa transparansi dan kepastian, maka masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas terhadap pengembang agar progres pembangunan berjalan sesuai komitmen. Transparansi terkait target penyelesaian dan kondisi proyek juga dinilai penting agar keresahan masyarakat tidak terus berlarut.
Sebab bagi para pedagang, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi janji tentang “pasar modern”, melainkan kepastian kapan mereka bisa kembali berdagang dengan layak dan menghidupkan kembali denyut ekonomi Pasar Dekon Kotabumi.(Red)

