Pasien Sesar RS Hermina Bandarlampung Pasrah Jika Harus Dilakukan Operasi Ulang

Pasien Sesar RS Hermina Bandarlampung Pasrah Jika Harus Dilakukan Operasi Ulang

IMG 20220705 130220 scaled Pasien Sesar RS Hermina Bandarlampung Pasrah Jika Harus Dilakukan Operasi Ulang

REAKSI.CO.ID–Fauzi suami pasien Masnona pasrah ketika mendengar kabar istrinya harus menjalani operasi sesar ulang dari pihak Rumah Sakit Hermina Bandarlampung Jalan Tulangbawang Nomor 21-23 Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung.

“Pihak Rumah Sakit ngomong, ini harus dioperasi ulang pak, cuman menunggu luka bekasnya itu kering dulu, karna inikan masih luka basah kita belum berani ambil tindakan” tirunya pada awak media Reaksi.co.id, Senin malam (4/7/22).

Fauzi yang bekerja sebagai penjaga toko boneka kemudian menerima kabar yang cukup mengejutkannya kembali setelah luka pada istrinya mulai agak mengering dari dokter Zulkarnain yang bertugas di RS Hermina Bandarlampung.

Pasien RS Hermina Bandarlampung Alami Pendarahan, Biaya Sesar Ulang 40 Jutaan

“Kan sudah selesai ni lukanya mulai agak kering, rupanya dokter bilang begini, ‘pak tolong diurus dulu kartu Jamskot nya, kita belum bisa ambil tindakan kalo kartu Jamskot nya itu belum diurus’ katanya” keluhnya pada reaksi.co.id.

Sebelumnya, Fauzi warga Jabung Kabupaten Lampung Timur menyampaikan istrinya melahirkan dengan operasi sesar di RS Hermina Bandarlampung pada 12 Juni 2022.

“Masuk rumah sakit sekitar tanggal 12 juni, dirawat di rumah sakit selama 3 hari terus pulang” ujarnya.

Selanjutnya, Fauzi mengaku aneh karena diberikan kesempatan selama 3 hari untuk mengurus surat ketidakmampuan sejak istrinya kembali dirujuk untuk dapat ditangani pihak Rumah Sakit Hermina.

Ikatan Jurnalis Provinsi Lampung Ekplorasi Daerah Wisata Pulau Pahawang

“Kemaren kan kita pake Jamkeskot, operasi kedua ini kok harus ngurus lagi, kita dikasih waktu sama pihak rumah sakit itu 3 hari, mulai masuk itukan tanggal 30, senin itu harus sudah selesai ngurus surat-surat itu” terangnya.

Suami Masnona tersebut mengaku tidak dapat mengurus surat ketidakmampuannya karena waktu yang diberikan pihak RS Hermina sangat sedikit.

“Sedangkan Sabtu-Minggu kantor kelurahan, dukcapil, kesehatan kan tutup, gak sampe sore jadi gak keburu waktunya” keluhnya.

Bandarlampung Juara Umum Kejurda Karate Open Dan Vestival BKC Lampung

Setelah Fauzi memohon pada pihak RS Hermina Lampung pada Senin (4/7/22), dirinya diberi kesempatan 1 hari lagi untuk segera menyelesaikan surat-suratnya atau pihak RS akan mengenakan biaya yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, dikasih waktu lagi satu hari, kalo sampe surat ini belum kelar pak, mungkin nanti kita jatuhi umum, bapak sudah tau kan harga umum itu seperti apa”tirunya.

Fauzi hanya mengharapkan pertanggungjawaban Rumah Sakit terkait kejadian yang menimpa istrinya itu. Pihak RS sempat diwakili dokter Zulkarnain meminta maaf atas kelalaian tersebut kepadanya, namun administrasi biaya perawatan dan pengobatan selama pasien dirawat harus tetap dilunasi untuk dirujuk ke RS lain.

“Pihak rumah sakit sempat meminta maaf, dokter Zulkarnain itu, tapi itu gak bisa ngoper (rujuk-red) dulu karena harus ngelunasi biaya penginapan selama istri disini dan pengobatannya itu sekitar 4.322.000,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini diterbitkan reaksi.co.id (5/7/22), pihak RS terkait belum melakukan klarifikasi maupun konfirmasi tentang pasien dimaksud. [Tim]

Tinggalkan Balasan