News

Surat Jaminan Dana Field Trip UMKO Penuh Coretan Tangan, Orang Tua Ragukan Keabsahan Hukum

×

Surat Jaminan Dana Field Trip UMKO Penuh Coretan Tangan, Orang Tua Ragukan Keabsahan Hukum

Sebarkan artikel ini

KOTABUMI – Tabir di balik polemik pembatalan program field trip internasional Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) ke Malaysia semakin menuai sorotan tajam. Harapan wali murid untuk mendapatkan jaminan hukum yang kuat atas dana sekitar Rp360 juta kian meragukan, setelah ditemukannya fakta bahwa dokumen jaminan “hitam di atas putih” dari pihak travel, Tampia Group, hanya berupa tulisan pena di atas buku yang dipenuhi coretan salah tulis.

 

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

 

Meski dokumen informal tersebut telah dibubuhi meterai dan ditandatangani oleh sejumlah saksi, mayoritas orang tua mahasiswa Semester 6 menganggap fisik surat jaminan tersebut sangat tidak profesional dan tidak layak untuk mengikat kesepakatan bernilai ratusan juta rupiah.

Coretan-coretan pena akibat salah tulis di dalam dokumen tersebut justru memperkuat kekhawatiran wali murid mengenai keseriusan pihak travel dalam mematuhi tenggat waktu penyelesaian hingga 7 Agustus 2026 mendatang.

“Bagaimana kami bisa tenang? Uang yang disetor itu totalnya ratusan juta dari sekitar 80 mahasiswa, tetapi surat jaminannya ditulis tangan di buku biasa dan banyak coretan karena salah tulis. Walaupun ada meterai dan saksi, secara bentuk formalitas ini sangat tidak profesional untuk urusan kemitraan institusi,” keluh salah satu perwakilan wali murid kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Temuan fakta lapangan ini sekaligus membantah narasi dari pemberitaan sepihak sebelumnya yang meminta masyarakat untuk memaklumi keadaan dan tidak menyudutkan pihak kampus. Bagi mayoritas orang tua, kondisi fisik surat jaminan yang penuh coretan tersebut menjadi bukti konkret bahwa kekhawatiran mereka selama ini sangat beralasan dan bukan sekadar “opini liar”. Wali murid kini mendesak pihak rektorat UMKO selaku fasilitator utama untuk turun tangan mengoreksi dokumen tersebut.

Kampus dituntut mendesak Tampia Group menerbitkan surat perjanjian komitmen pengembalian dana (refund) resmi yang dicetak secara formal menggunakan kop surat perusahaan, serta berkekuatan hukum notariat yang sah.

Hingga berita ini dipublikasikan, jurnalis media ini masih berupaya meminta tanggapan dari Humas UMKO terkait alasan diterimanya jaminan berformat tulisan tangan penuh coretan tersebut, serta mencoba mengonfirmasi pihak Tampia Group mengenai keabsahan administratif dari dokumen jaminan yang mereka buat.

Tim pwri

Tinggalkan Balasan

PoweredBy:Neverhide™