News

HUT Bhayangkara ke-80, Kadis Sosial Lampura: Polri Garda Terdepan Jaga Warga Rentan, Mitra Sejati Kemensos di Lapangan

LAMPUNG UTARA – Bagi Dinas Sosial, tugas mulia Polri tidak hanya berhenti pada penegakan hukum. Di mata rakyat kecil, di mata lansia sebatang kara, di mata korban bencana, Polri adalah tangan pertama yang mengulurkan pertolongan. Polri adalah rasa aman sebelum bantuan datang.

 

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara, Imam Hanafi, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

“80 tahun Polri mengabdi, 80 tahun pula Polri menjadi tameng bagi kelompok rentan. Saat banjir datang, Polri yang pertama evakuasi. Saat konflik sosial memanas, Polri yang pertama menengahi. Saat warga terlantar butuh perlindungan, Polri yang hadir tanpa diminta. Inilah wujud Bhayangkara sejati,” ujar Imam Hanafi, Senin 29/6/2026.

Imam Hanafi yang tampil dengan baju dinas dan kopiah khas, menegaskan bahwa kerja-kerja sosial tidak akan pernah tuntas tanpa Polri. Penanganan PMKS, perlindungan anak dan perempuan, penyaluran bansos di daerah rawan, hingga pengamanan rumah singgah, semua bersentuhan langsung dengan tugas kepolisian.

“Di lapangan, kami dengan Polsek, dengan Bhabinkamtibmas, itu sudah seperti saudara. Satu frekuensi, melayani yang lemah, membela yang tak berdaya. Inilah presisi yang sesungguhnya. Presisi yang dirasakan langsung oleh rakyat di akar rumput,” tegasnya sambil mengepalkan tangan, simbol tekad.

Baginya, wajah humanis Polri hari ini adalah berkah bagi kerja sosial. Pendekatan yang mengayomi membuat warga tidak takut melapor saat jadi korban KDRT, tidak ragu minta tolong saat anaknya hilang, dan tidak canggung menerima bantuan.

“Kepercayaan warga rentan kepada Polri adalah modal sosial yang luar biasa. Tugas kita bersama di Dinsos adalah menjaga dan menguatkan kepercayaan itu. Karena jika warga sudah percaya pada seragam cokelat, maka separuh masalah sosial selesai,” tutur Imam.

Di usia ke-80, Kadis Sosial menitipkan amanah. Ia berharap Polri terus menjadi institusi yang memanusiakan manusia. Tajam dalam menindak kejahatan, namun lembut dalam melindungi korban. Tegas pada pelaku, namun penuh empati pada mereka yang tersisih.

“Jangan pernah lelah menjadi garda terdepan. Dari Dinsos Lampung Utara, kami siap berlari bersama Polri. Menjemput warga yang jatuh, mendampingi mereka yang kalah, dan memastikan tidak ada satu pun warga Lampura yang merasa sendiri,” ucapnya.

Mengakhiri pernyataan, Imam Hanafi mendoakan agar seluruh insan Bhayangkara senantiasa diberi kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi polisi yang dicintai rakyat kecil. Karena doa mereka yang paling tulus. Polri jaya, rakyat sejahtera, Lampung Utara berkeadilan sosial,” tutup Imam Hanafi.

 

Penulis: tim pwri

Exit mobile version