News

HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPC PWRI Lampura: Pers dan Polri Adalah Pilar Demokrasi, Mari Jaga Ruang Aman untuk Kebenaran

LAMPUNG UTARA – Di usia ke-80, Polri dan Pers punya satu benang merah yang tak terpisahkan, sama-sama mengabdi untuk rakyat. Jika Polri menjaga keamanan fisik, maka Pers menjaga keamanan informasi. Jika Polri menegakkan hukum, maka Pers menegakkan kebenaran.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Momentum Hari Bhayangkara 1 Juli 2026 ini, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Utara, Edi Santoni, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Korps Bhayangkara.

“Atas nama insan pers yang tergabung di DPC PWRI Lampung Utara, saya mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-80. 80 tahun adalah perjalanan panjang menjaga Republik. Kami saksi, Polri hari ini semakin terbuka, semakin humanis, dan semakin menjadi sahabat bagi kerja-kerja jurnalistik,” ujar Edi Santoni, Senin 29/6/2026.

Edi Santoni yang tampil dengan seragam kebesaran PWRI merah-putih menegaskan, hubungan Pers dan Polri bukan hubungan transaksional. Ini adalah kemitraan strategis untuk mengawal demokrasi. Di Lampung Utara, sinergi itu nyata, dari keterbukaan informasi di Humas Polres, perlindungan terhadap jurnalis di lapangan, hingga kolaborasi memberantas hoaks yang merusak tatanan sosial.

“Polri yang profesional butuh Pers yang independen. Pers yang merdeka butuh Polri yang mengayomi. Ketika dua pilar ini kuat, maka rakyat mendapat dua jaminan, rasa aman dan hak atas informasi yang benar,” tegas Edi.

Ia mengapresiasi langkah Polri yang kini semakin presisi dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut kerja jurnalistik. UU Pers No. 40 Tahun 1999, kata Edi, kini lebih dihormati sebagai lex specialis. Ruang aman bagi wartawan untuk bekerja adalah indikator sehatnya demokrasi di daerah.

“Terima kasih Polri. Karena ketika wartawan aman meliput, maka suara rakyat kecil sampai. Ketika hoaks ditindak, maka kebenaran punya panggung. Inilah esensi Bhayangkara sebagai pelindung segenap bangsa, termasuk kedaulatan informasi,” tuturnya.

Di usia ke-80, Edi Santoni menitipkan harapan dari kacamata Pers. Ia berharap Polri terus menjaga integritas di tengah gempuran disinformasi dan polarisasi. Kepercayaan publik, menurutnya, lahir dari transparansi dan respons cepat terhadap aduan masyarakat.

“Tantangan ke depan berat. Pinjol ilegal, judol, narkoba, hingga kejahatan siber mengintai anak-anak kita. PWRI Lampung Utara siap berdiri di garda terdepan bersama Polri. Mengedukasi publik, meluruskan narasi, dan menjadi kontrol sosial yang konstruktif,” ucapnya.

Edi menutup dengan doa agar semangat Tribrata terus menjadi suluh bagi setiap anggota Polri dalam bertugas.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Jadilah polisi yang dicintai karena keadilannya, dihormati karena ketegasannya, dan dirindukan karena pengayomannya. Pers dan Polri, bersatu untuk Indonesia yang aman, damai, dan tercerahkan,” tutup Edi Santoni.

Penulis:tim pwri

Exit mobile version