BeritaDaerahEkonomiGaya HidupKhazanahNews

Persit dan Tapis Lampung, Menenun Identitas Menuju Panggung Nasional

Persit dan Tapis Lampung, Menenun Identitas Menuju Panggung Nasional (Foto Ist.)

 

REAKSI.CO.ID– Keindahan wastra Nusantara asal Lampung bersiap memukau publik ibu kota melalui ajang bergengsi “Persit Bisa 2” yang akan berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada 7-9 Mei 2026 mendatang.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam pameran ini, UMKM Asri Tapis akan menampilkan koleksi premiumnya di Booth 75 sebagai representasi semangat pengrajin lokal dalam merawat tradisi sulam benang emas di tengah arus modernisasi.

Kehadiran kain tapis di panggung nasional ini bukan sekadar urusan logistik pameran, melainkan wujud nyata kemandirian ekonomi kreatif di lingkungan Persit Kartika Chandra Kirana.

Organisasi istri prajurit TNI Angkatan Darat ini telah bertransformasi dari sekadar wadah kursus keterampilan di asrama menjadi penggerak ekonomi yang mempertemukan karya terbaik anggota dengan pasar yang lebih luas.

Semangat pemberdayaan ini berakar kuat pada sejarah panjang organisasi. Persit lahir di masa revolusi pada 3 April 1946 di Purwakarta, Jawa Barat, di bawah prakarsa Ratu Aminah Hidayat untuk menopang moral dan kesejahteraan keluarga prajurit.

Identitasnya kemudian menguat pada 1964 melalui nama Kartika Chandra Kirana, yang melambangkan cahaya penerang dan penggerak kehidupan sosial.

Seiring waktu, pengabdian Persit merambah pada pelestarian kearifan lokal melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM seperti Asri Tapis Lampung.

Kolaborasi ini menjadikan kain tapis sebagai identitas yang melekat dalam berbagai agenda resmi organisasi, mulai dari penggunaan selendang hingga aksesoris yang menyatukan nilai tradisi dengan wibawa organisasi.

Setiap helai tapis yang dipamerkan membawa cerita tentang ketelitian tangan-tangan terampil yang melakukan ribuan tusukan jarum secara manual.

Selain kain tapis klasik dengan sulaman benang emas yang autentik, inovasi terus dilakukan melalui produk tas dan clutch modern yang memadukan unsur etnik dengan gaya masa kini.

Bagi manajemen Asri Tapis, inovasi desain sangat penting agar tapis tidak hanya dianggap sebagai pakaian adat formal, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern yang elegan.

Melalui sentuhan kreatif ini, tapis Lampung juga berfungsi sebagai medium diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan “Bumi Ruwa Jurai” kepada tamu dari berbagai daerah.

Pameran selama tiga hari ini diharapkan menjadi ruang edukasi, terutama bagi generasi muda, untuk lebih mencintai produk asli dalam negeri.

Pengunjung tidak hanya dapat melihat koleksi, tetapi juga berkonsultasi mengenai motif, sejarah kain, hingga cara perawatan wastra bernilai tinggi tersebut.

Kisah kolaborasi ini pada akhirnya membuktikan bagaimana nilai-nilai lama dapat dirawat dengan cara baru.

Melalui tangan-tangan yang setia menjaga warisan, identitas bangsa terus ditenun helai demi helai untuk tetap bersinar di panggung nasional. (*)

Exit mobile version