Berita

Tragedi Ponidi: Saat Lumpuh dan Luka Menggerus Harapan, Keluarga Berjuang Sendiri

Lampung Utara, 15 April 2026 Seorang warga kurang mampu bernama Ponidi (65), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, kini hanya bisa terbaring lemah di Rumah Sakit Handayani setelah mengalami sakit berkepanjangan.

Berdasarkan keterangan keluarga kepada tim DPC PWRI Lampung Utara pada Selasa (14/4/2026), kondisi Ponidi bermula sejak sekitar satu tahun lalu saat dirinya didiagnosis mengalami saraf terjepit di bagian pinggang.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Seiring waktu, penyakit tersebut semakin memburuk hingga menyebabkan kelumpuhan pada kedua kakinya. Akibat terlalu lama terbaring di tempat tidur, muncul luka dan bercak-bercak pada bagian bokongnya.

 

Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa Ponidi sempat menjalani operasi di salah satu rumah sakit di wilayah Tulang Bawang Barat. Namun, setelah tindakan operasi tersebut, kondisi luka justru semakin parah dan berkembang menjadi lubang yang terus membesar dari hari ke hari.

 

Saat ini, Ponidi dirawat di RS Handayani berkat bantuan berbagai pihak, termasuk kepala desa, iuran warga sekitar, serta dukungan dari tim PWRI Lampung Utara.

 

Ponidi diketahui merupakan warga Desa Karang Sari, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat mereka kesulitan untuk membiayai pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

 

“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah maupun pihak lain. Untuk makan saja kami kesulitan, apalagi biaya berobat,” ujar pihak keluarga dengan harapan mendapat perhatian.

Kasus yang dialami Ponidi ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, sekaligus menggambarkan masih adanya warga yang membutuhkan uluran tangan untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.

Exit mobile version