Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia, Democracy Studies Hadirkan 2 Materi Pembuka

Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia, Democracy Studies Hadirkan 2 Materi Pembuka

IMG 20230106 210058 Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia, Democracy Studies Hadirkan 2 Materi Pembuka

REAKSI.CO.ID–Lampung Democracy Studies menggelar diskusi pertama perhelatan Democracy Studies “Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia” di kantor LDS, Perum Korpri Blok A9 Nomor 22. Kota Bandar Lampung.

Een Riansah selaku Direktur Lampung Democracy Studies dalam sambutannya mengatakan bahwa Democracy Studies dengan seluruh materi dihadirkan sebagai upaya agar pembicaraan secara konseptual tentang demokrasi tidak pernah berhenti.

Sesi pertama kali ini menghadirkan Dr. Amin Mudzakir. beliau merupakan Peneliti pada Pusat Riset Kewilayahan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRW – BRIN). dengan mengangkat tema pembicaraan Eksistensi Agama dalam Politik dan Demokrasi.

Pelaku UMKM dan Koperasi Diberi Bantuan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung

Dalam pembicaraan tersebut Dr. Amin menjelaskan dalam perjalanan sejarahnya agama memiliki peranan penting dalam melakukan kritik terhadap Negara.

Persoalan agama dan politik pada ruang publik dimulai pasca terjadinya perang dingin di Eropa. Hal ini juga di sebabkan oleh pergeseran kapitalisme yang semula dikelola negara menjadi kapitalisme neo-liberal.

Perkembangan kapitalisme ini sendiri selain meredam sisi Kritis dari agama juga menciptakan dikotomi. yaitu, ruang privat dan ruang publik dari agama.

“Agama di tempatkan pada ruang private masyarakat dan saat muncul pada ruang publik. Agama pada ruang publik juga kerap dipahami sebatas identitas semata, bukanlah analisis kelas. padahal hal tersebut bisa dilihat secara bersamaan. hal ini bisa kita dalam sejarah kekuasaan di Indonesia. Pada masa orde baru agama menjadi spirit melakukan kritik terhadap negara dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. sedangkan pada era reformasi sampai dengan hari ini, agama cendrung menjadi tameng bagi penguasa dalam melanggengkan status qou”. jelasnya, Jumat, 06 Januari 2023.

Materi kedua diisi oleh aktivis dan jurnalis. beliau juga merupakan Direktur sekaligus Pendiri WatchdoC dengan karya-karya yang fenomenal. Yaitu, Dandhy Dwi Laksono dengan materi Demokrasi dan Problem Ekologi.

Pelaku Pencabulan Ditangkap Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus

Dalam materi tersebut Dandhy memberikan refleksi kepada seluruh peserta tentang kondisi alam hari ini khususnya di Indonesia.

“Dalam data yang dipaparkan problem lingkungang seperti banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan semakin meningkat setiap tahunnya. bahkan di tahun 2022 mencapai kurang lebih hampir 4000 kasus”. terangnya

Fenomena ini tidak bisa dilihat sebagai fenomena bencana alam semata, melainkan juga akibat dari ekploitasi berlebih yang di lakukan kapitalisme. lanjutnya.

Kapitalisme yang mengeruk sumberdaya alam tersebut terus mengokohkan ketimpangan sosial dalam masyarakat. Karen menikmati hasil dari ekploitasi berlibih tersebut hanya segelintir orang dan masyarakat hanya menerima dampak buruk dari ekploitasi tersebut.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa cara berpikir yang masih antroposentris membuat alam selalu pada posisi yang sub ordinat bukan memposisikan alam itu setara bagian dari makhluk hidup. hal tersebut juga ikut di langgengkan oleh doktrin Agama dan Negara.

“Misalnya tasfir soal khilafah (pemimpin) selalu dipahami sebagai makhluk yang paling berkuasa atas makhluk lainnya. padahal Khilafah (pemimpin) harusnya juga dipahami sebagai yang siap melayani makhluk lainnya. selain itu Negara dengan seluruh kebijakannya terus membuka ruang ekploitasi pada perusahaan perusahaan lewat kebijakannya seperti UU minerba.” elasnya

Democracy Studies akan digelar selama 4 hari berturut-turut. jumat sampai dengan Senin (6-9 Januari). (Rls/Zld)