REAKSI | LAMPUNG – Sekitar 350 personel gabungan masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Untuk mendukung operasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyalurkan bantuan kebutuhan operasional dan logistik bagi para personel di lapangan.
Bantuan diberikan pada Selasa (27/10) di wilayah Desa Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah. Dukungan tersebut diberikan di tengah proses penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak 17 September 2026.
Personel yang terlibat berasal dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat. Mereka bekerja bersama untuk melakukan pemadaman serta mengendalikan kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Pertamina Patra Niaga memberikan dukungan dalam bentuk bahan bakar untuk operasional peralatan pemadaman. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan multivitamin, susu, makanan ringan, masker, serta obat-obatan.
Bantuan tersebut menjadi bagian penting dari dukungan terhadap personel yang berada di lapangan. Pasalnya, proses pemadaman kebakaran hutan membutuhkan waktu, tenaga, koordinasi, dan kesiapan fisik yang baik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas para personel.

Menurut Rusminto, perhatian terhadap kondisi personel menjadi hal penting dalam penanganan keadaan darurat. Oleh sebab itu, bantuan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional, tetapi juga menyasar kebutuhan pendukung seperti makanan, vitamin, masker, dan obat-obatan.
Pertamina juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi kebakaran di kawasan hutan.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD. Zaidi, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga atas dukungan tersebut. Ia mengatakan kebutuhan operasional dan logistik menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemadaman dapat berlangsung optimal.
Penanganan kebakaran di Way Kambas memiliki tantangan tersendiri karena kawasan tersebut merupakan wilayah konservasi. Selain melindungi kawasan hutan, petugas juga harus memperhatikan keberadaan habitat dan keanekaragaman hayati di dalamnya.
Karena itu, semakin banyak pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, semakin besar pula peluang proses pemadaman berjalan efektif. Dalam konteks tersebut, dukungan Pertamina menjadi bagian dari sinergi yang dibutuhkan untuk menghadapi keadaan darurat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan komitmennya untuk terus hadir melalui dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Perusahaan juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Upaya pencegahan tersebut penting karena kebakaran hutan dapat memberikan dampak luas terhadap lingkungan, masyarakat, dan habitat satwa.
Dengan dukungan operasional, logistik, dan kerja sama berbagai pihak, upaya penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas diharapkan terus berjalan secara optimal. Kehadiran Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu bentuk dukungan dunia usaha terhadap upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian kawasan konservasi. (NDH)












