News

Semarak Maulid Nabi 1448 H, SDN 2 Sukajawa Dorong Siswa Jadi Generasi Cinta Al-Qur’an

×

Semarak Maulid Nabi 1448 H, SDN 2 Sukajawa Dorong Siswa Jadi Generasi Cinta Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

Reaksi.co.id—BANDAR LAMPUNG — Suasana riang dan penuh semangat mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SDN 2 Sukajawa, Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026).

Peringatan yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1448 H itu tidak sekadar diisi dengan kegiatan keagamaan. Para siswa juga diajak mengikuti pawai sekaligus berbagi dengan warga di sekitar sekolah dan anak-anak panti asuhan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keceriaan tampak dari wajah para siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti pawai sembari membawa pesan tentang pentingnya berbagi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Plt Kepala SDN 2 Sukajawa, Dian Novita, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin sekolah yang dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Kegiatan Maulid Nabi ini memang rutin kami adakan. Ada kegiatan pawai, dan pawai ini sekaligus kami manfaatkan untuk berbagi kepada warga sekitar. Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak apa arti berbagi dengan lingkungan sekitar,” kata Dian.

Menurut dia, kegiatan berbagi juga dilakukan bersama panti asuhan sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian sosial kepada siswa sejak usia sekolah dasar.

“Kemudian kami juga berbagi dengan panti asuhan untuk memperingati Maulid Nabi. Harapan kami ke depannya anak-anak bisa belajar untuk berbagi dan memahami arti keteladanan Nabi Muhammad SAW, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

*Bekal Cinta Al-Qur’an*

Selain peringatan Maulid Nabi, SDN 2 Sukajawa juga terus mendorong pendidikan keagamaan melalui kegiatan tahfidz Al-Qur’an, khususnya hafalan Juz 30.

Dian mengatakan pihak sekolah memberikan fasilitas berupa tempat, waktu, serta pembimbing untuk mendukung program tersebut.

Program itu pun mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 11 siswa kelas VI yang lulus pada tahun ini berhasil menghafalkan Juz 30. Mereka menjadi angkatan keempat yang mengikuti program tahfidz tersebut.

“Alhamdulillah, SDN 2 Sukajawa memberikan fasilitas, baik tempat, waktu maupun pembimbing untuk kegiatan tahfidz Juz 30,” kata Dian.

Ia menambahkan, sertifikat tahfidz yang diberikan sekolah juga dapat dimanfaatkan para siswa untuk mendaftar ke jenjang SMP melalui jalur prestasi nonakademik.

“Anak-anak kami kelas VI yang baru lulus tahun ini, angkatan keempat, ada sebanyak 11 siswa yang berhasil menghafalkan Juz 30. Sertifikat yang kami keluarkan alhamdulillah bisa digunakan untuk mendaftar SMP melalui jalur prestasi nonakademik,” ujarnya.

Dian menyadari jumlah siswa yang berhasil menghafalkan Juz 30 belum besar. Namun, ia menilai capaian tersebut merupakan bekal penting bagi anak-anak sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Tidak banyak, Pak, tetapi setidaknya kami hanya bisa memberikan bekal dasar untuk anak-anak bawa setelah meninggalkan SDN 2 Sukajawa,” tuturnya.

Ia pun berharap program tahfidz tersebut
dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Mohon doanya agar anak-anak kami dilembutkan hatinya, diberi kemudahan oleh Allah untuk menghafal. Kami akan terus berusaha agar bisa mencetak anak-anak yang cinta Al-Qur’an,” kata Dian.

Pengawas dari Kementerian Agama Bandar Lampung, Asmaroni, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan peringatan Maulid Nabi di SDN 2 Sukajawa.

Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Peringatan

Maulid Nabi, kata dia, dapat menjadi momentum untuk mengajak siswa tidak hanya mengenal sejarah Rasulullah, tetapi juga memahami dan menerapkan keteladanan beliau.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi yang digelar di SDN 2 Sukajawa. Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Asmaroni.

Ia menilai kegiatan berbagi yang melibatkan masyarakat sekitar dan panti asuhan juga menjadi bagian penting dari pendidikan sosial bagi anak-anak.

“Nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak harus dibiasakan untuk peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya,” katanya.

*Bukan Sekadar Seremonial*

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang bagi umat Islam untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah sekaligus merefleksikan kembali akhlak dan keteladanan yang beliau ajarkan.

Nilai kejujuran, kepedulian, kasih sayang, kesederhanaan, serta semangat berbagi menjadi bagian dari keteladanan yang relevan ditanamkan kepada generasi muda.

Melalui pawai, kegiatan berbagi, hingga program tahfidz Al-Qur’an, SDN 2 Sukajawa berupaya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh siswa selama berada di sekolah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi turut terbawa dalam kehidupan mereka di tengah keluarga dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

PoweredBy:Neverhide™