BeritaDaerahNewsPemerintahan

Gubernur Mirza Perkuat Sinergi BI, OJK, dan DJPb untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif

×

Gubernur Mirza Perkuat Sinergi BI, OJK, dan DJPb untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif

Sebarkan artikel ini

REAKSI.CO.ID— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin Rapat Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Lampung bersama perwakilan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), serta jajaran perangkat daerah terkait di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Jumat (12/6/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan belanja pemerintah daerah melalui APBD.

Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal daerah menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, sektor swasta, serta berbagai instansi vertikal untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Lampung.

“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menyukseskan RPJMN, RPJMD, dan mewujudkan visi Indonesia Emas. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menilai Lampung memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Berbagai indikator makro daerah menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata nasional hingga penurunan angka kemiskinan.

Meski demikian, Gubernur Mirza menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dikejar harus bersifat inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya kesejahteraan, dan berkurangnya angka kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita dorong harus inklusif. Artinya, manfaat pertumbuhan itu benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, maupun penurunan kemiskinan,” katanya.

Gubernur Mirza juga meminta seluruh perangkat daerah menyelaraskan program dan kegiatan dengan prioritas nasional, program strategis Presiden Prabowo Subianto, serta prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung agar pelaksanaan pembangunan lebih terarah, efektif, dan terukur.

Melalui rapat tersebut, ia berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, dan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting mengingat masih adanya kesenjangan pembiayaan pembangunan yang dihadapi daerah.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan di berbagai sektor terus meningkat, sementara kemampuan pendanaan melalui APBD memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencari sumber pembiayaan alternatif dan mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak dalam pembangunan daerah.

Bimo juga menyoroti pentingnya mengukur dampak riil investasi terhadap perekonomian Lampung, termasuk kontribusinya terhadap sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan industri bioetanol yang memanfaatkan bahan baku dari kelapa sawit, tebu, sorgum, dan komoditas lainnya. Menurutnya, pengembangan industri tersebut perlu dikaji secara mendalam agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai sektor primer Lampung.

“Yang penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi bagaimana dampaknya terhadap perekonomian daerah dan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bimo menegaskan bahwa Bank Indonesia bersama OJK dan DJPb siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.(*).

Tinggalkan Balasan

PoweredBy:Neverhide™