BeritaDaerahNewsPemerintahan

Wapres Tinjau RSD Dr. A Dadi Tjokrodipo, Perkuat Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

REAKSI.CO.ID— Usai meninjau SMKN 4 Bandar Lampung, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melanjutkan agenda kerjanya dengan mengunjungi RSD Dr. A Dadi Tjokrodipo di Jalan Basuki Rahmat Nomor 73, Jumat (08/05/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem kesehatan daerah guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, terjangkau, dan terintegrasi, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setibanya di lokasi, Wapres terlebih dahulu meninjau pembangunan perluasan gedung rumah sakit yang saat ini tengah berlangsung. Setelah itu, ia berkeliling melihat sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli rawat jalan, hingga ruang rawat inap.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres juga menyempatkan diri menyapa pasien dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Salah satunya Ida, warga yang tengah menunggu antrean pemeriksaan penyakit darah tinggi.

“Jaga kesehatan, rutin minum obat,” pesan Wapres kepada Ida.

Ida mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan RSD Dr. A Dadi Tjokrodipo. Ia juga menyambut positif pembangunan gedung baru yang dinilai akan meningkatkan kenyamanan serta kualitas layanan bagi masyarakat.

“Fasilitasnya sudah bagus. Alhamdulillah pelayanannya memuaskan,” ujarnya.

Ia pun merasa terharu dapat bertemu langsung dengan Wapres dan berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

“Pak Gibran tetap semangat terus, jadi Wakil Presiden yang dekat dan merangkul rakyat,” tuturnya.

Sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kota Bandar Lampung, RSD Dr. A Dadi Tjokrodipo saat ini melayani rujukan dari 31 puskesmas induk dan 50 puskesmas pembantu di Kota Bandar Lampung. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas rumah sakit daerah melalui peningkatan sarana dan prasarana, layanan spesialis, serta kualitas sumber daya manusia kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas layanan kesehatan antara puskesmas dan rumah sakit, sekaligus menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat.(*)

Exit mobile version