BeritaDaerahEkonomiNewsPemerintahan

AI untuk UMKM Disuarakan, Tapi Aksi Gubernur yang Justru Jadi Magnet Utama

×

AI untuk UMKM Disuarakan, Tapi Aksi Gubernur yang Justru Jadi Magnet Utama

Sebarkan artikel ini
AI untuk UMKM Disuarakan, Tapi Aksi Gubernur yang Justru Jadi Magnet Utama (ist.)

REAKSI.CO.ID——–Kehadiran Rahmat Mirzani Djausal di tengah ratusan pelaku UMKM langsung menyulut suasana. Sekitar 220 peserta memadati Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026), dalam gelaran Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diinisiasi PT Permodalan Nasional Madani.

Bukan sekadar datang dan memberi sambutan, Gubernur Mirza tampil aktif menyusuri satu per satu stan pameran, mencicipi produk, hingga berdialog langsung dengan pelaku usaha. Mulai dari olahan stik ikan, keripik pisang, hingga brownies rumahan, semuanya tak luput dari perhatiannya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Yang bikin suasana makin hidup, gubernur bahkan ikut “turun gelanggang” saat mendatangi stan House Tapis Citra. Di sana, pelaku UMKM tengah siaran langsung untuk jualan online. Tanpa canggung, Mirza langsung bergabung dalam live streaming, ikut mempromosikan produk secara real time. Aksi spontan ini langsung menyita perhatian peserta.

Sorotan utama acara ini ada pada tema yang diusung: “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung.” Tema ini terasa ambisius, tapi juga jadi sinyal kuat bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan.

Antusiasme peserta pun tak terbendung. Mereka berebut momen—mulai dari berjabat tangan, foto bersama, hingga swafoto dengan gubernur. Mirza melayani semuanya dengan santai, menciptakan kedekatan yang jarang terlihat dalam acara formal.

Di balik kemeriahan itu, pesan yang ingin ditegaskan cukup jelas: UMKM Lampung didorong naik level. Bukan hanya bertahan, tapi harus mampu bersaing di era digital.

Namun tantangannya juga nyata. Bicara AI di tengah pelaku usaha mikro bukan perkara sederhana. Tanpa pendampingan yang berkelanjutan, pelatihan semacam ini berisiko jadi sekadar seremoni.

Kini pertanyaannya: apakah gebrakan ini akan berlanjut jadi gerakan nyata, atau hanya berhenti sebagai momen yang ramai sesaat?. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan