Pemprov Lampung Wujudkan Agenda Kerja ‘Perempuan Berjaya’

Pemprov Lampung Wujudkan Agenda Kerja 'Perempuan Berjaya'

FB IMG 1676249832246 Pemprov Lampung Wujudkan Agenda Kerja 'Perempuan Berjaya'

REAKSI.CO.ID—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menghadiri Musyawarah Wilayah II (MUSWIL II) dan Pengukuhan Srikandi Pemuda Pancasila Provinsi Lampung, di Aula Bumi Kedaton Resort, Jumat (10/02/2023).

Sekda mengatakan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, jumlah kasus perempuan korban kekerasan yang masuk dari Januari – Desember tercatat sebanyak 2.338 kasus, dengan 2.159 Kasus atau 92,33% telah
mendapatkan layanan komprehensif.

Kemudian berdasarkan Komnas Perempuan pada Januari s.d November 2022 telah menerima 3.014 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan, termasuk 860 kasus kekerasan seksual di ranah publik komunitas dan 899 kasus di ranah personal.

Pelaku Pencabulan serta Penculikan Anak Tiri Bawah Umur Kota Bandar Lampung Ditangkap Polisi

Berkenaan hal tersebut, Sekda menyatakan bahwa tahun 2022 merupakan tahun bersejarah bagi gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan seksual di Indonesia.

“Setelah menjalani proses kurang lebihnya 12 tahun, upaya menghadirkan payung hukum yang lebih baik untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual berbuah Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS),” ucap Sekda

Menyadari betapa pentingnya kesetaraan gender di tengah masyarakat. menurut Sekda, Gubernur Arinal Djunaidi bersama dengan Pemerintah Provinsi Lampung memiliki Agenda Kerja yaitu “Perempuan Berjaya”.

“Agenda kerja tersebut kami wujudkan dengan cara memandirikan perempuan secara ekonomi berbasis keluarga, pengarus utamaan gender dalam bidang politik, sosial budaya dan ekonomi, dan memfasilitasi pendampingan hukum bagi perempuan,” ucap Sekda.

7 Paket Kurang Volume Sebesar Rp160.169.489 di Disdikbud dan Dinkes Kota Metro

Lebih jauh, Sekda juga menerangkan bahwa peranan perempuan di Provinsi Lampung sudah sangat eksis, terbukti dengan adanya 3 Kepala Daerah Definitif dari 15 Kabupaten/Kita adalah Perempuan, di Tingkat Provinsi 25% Pejabat Eselon II adalah Perempuan, Rektor Unila, Kepala Perwakilan BPK, dua orang Wakil Ketua DPRD Lampung juga perempuan.

“Jadi kalau kita lihat dari statistik tersebut, Perempuan telah menduduki peran yang sangat penting di Provinsi Lampung, baik pada tataran kepemimpinan daerah, tataran administrasi pemerintahan, maupun tataran politik,” ungkap Sekda

Pada kesempatan tersebut, Sekda berharap bahwa Ketua yang dilantik beserta pengurusnya nanti, adalah tokoh-tokoh wanita terbaik, yang mampu menjalankan amanah untuk berbhakti demi memajukan Bumi Lampung yang kita cintai bersama.

Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Nasional Srikandi Pemuda Pancasila, Irma Susanny juga berharap agar pengurus Srikandi Pemuda Pancasila Lampung dapat dipilih sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Saya harap ibu Ketua Srikandi yang terpilih dapat memilih dan membentuk kepengurusan yang baik, jangan asal punya jabatan, asal punya atribut, asal kenal, lalu bisa jadi pengurus, sekarang ada syarat yang harus dipenuhi, agar organisasi ini dapat dipandang bermartabat dan memiliki kompetensi,” tegasnya.

Begitu juga halnya dengan Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Lampung Rycko Menoza SZP yang berharap agar Srikandi PP Lampung dapat terus melakukan kaderisasi dan penyusunan kepengurusan sebaik mungkin, sesuai dengan bidang dan struktur kepengurusan yang telah ditetapkan oleh pusat.

Sementara itu Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila Lampung terpilih, Misgustini, menyatakan bahwa Srikandi PP Lampung telah terdaftar di BKOW dan Kesbangpol Provinsi Lampung. Oleh karenanya, Misgustini memohon kepada Sekda Provinsi Lampung sebagai Pembina Organisasi di Provinsi Lampung untuk dapat merangkul Srikandi dalam kegiatan-kegiatan yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Saya juga menyampaikan bahwa Srikandi Lampung sangat membuka diri seluas-luasnya bagi para wanita atau perempuan di Provinsi Lampung untuk dapat bergabung dan berperan serta dalam mensukseskan program-program pembangunan pemerintah daerah,” tutupnya. (Rls).