Nelayan Pesibar 3 Hari Hilang di Laut Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

Nelayan Pesibar 3 Hari Hilang di Laut Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

IMG 20220709 113929 Nelayan Pesibar 3 Hari Hilang di Laut Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

REAKSI.CO.ID–Tim SAR gabungan menemukan Wanto (25) nelayan yang hilang saat kapalnya terbalik dihantam ombak setelah pencarian selama 3 hari, Jumat (8/7/22).

Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan jumat pagi memulai pencarian kembali pukul 07.00 WIB kemudian menemukan korban mengapung dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 1,8 km dari lokasi kejadian pada pukul 08.15 WIB.

Setelah tim SAR mengevakuasi ke Puskesmas Ngaras kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansyah, S.Sos yang diwakili oleh Koordinator Pos SAR Tanggamus Hendra Wahyu membenarkan informasi tersebut.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pukul 08.15 WIB dan langsung dievakuasi ke puskesmas lalu ke rumah duka.” Ujar Hendra.

Sebelumnya, diberitakan reaksi.co.id pada Rabu (6/7/22) sekitar pukul 10.00 WIB, kapal Nelayan (Wanto) dihantam ombak sehingga terbalik di sekitar Perairan Siging Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Lampung menerima info dari Mirza (Kalak BPBD Pesisir Barat Lampung) pada Rabu (06/07) pukul 14.45 WIB. Menindaklanjuti info tersebut BASARNAS Lampung mengerahkan Personil POS SAR Tanggamus untuk menuju ke Lokasi kejadian dan melaksanakan pencarian dan pertolongan.

Tim tiba di lokasi kejadian Pukul 18.12 WIB dan langsung berkoordinasi dengan potensi SAR yg sudah berada di lokasi. Kemudian tim melanjutkan pencarian keesokan harinya dikarenakan kondisi dan situasi tidak memungkinkan.

Kemudian, Tim SAR Gabungan memulai kembali pencarian dan membagi tim menjadi 2 regu, dimana regu 1 menggunakan double stabilizer boat (perahu jukung) milik Basarnas dengan luas area pencarian seluas sekitar 6,4 km. Kamis (07/07/22).

Regu 2 menggunakan Perahu Nelayan radius 7 km dengan menyisir area sekitar kejadian. Namun hasil pencarian pada hari kamis masih nihil. [Hnf]