Pemerintah Kota Bandar Lampung menganggarkan Rp2,7 miliar per tahun untuk penyediaan mobil operasional bagi 31 Puskesmas di Bandar Lampung.
Kendaraan tersebut disiapkan melalui sistem pinjam pakai atau sewa tahunan bekerja sama dengan dealer Toyota untuk menunjang mobilitas kepala Puskesmas dalam menjalankan tugas di lapangan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, penyediaan kendaraan operasional dilakukan secara bertahap sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pemberian sarana ini dilakukan secara bertahap sebagai modal untuk menunjang kinerja tenaga medis di lapangan. Saat ini pelayanan di seluruh Puskesmas sudah berjalan dengan baik, setiap Puskesmas telah dilengkapi dua hingga tiga ambulans,” kata Eva Dwiana, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Eva, kendaraan operasional tersebut dibutuhkan agar jajaran Puskesmas hingga Puskesmas Pembantu (Pustu) lebih optimal menjalankan pelayanan langsung ke masyarakat.
Dia menyebut, Bandar Lampung saat ini juga mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan sebagai daerah percontohan penanganan tuberkulosis (TBC) dan stunting.
“Harapan kami, dengan fasilitas yang memadai ini masyarakat dapat terlayani secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A Tumenggung menjelaskan anggaran Rp2,7 miliar tersebut digunakan untuk sistem sewa kendaraan selama satu tahun.
“Anggarannya Rp2,7 miliar dengan sistem sewa setahun. Semua biaya perawatan sudah ditanggung pihak ketiga. Kami hanya mengeluarkan biaya untuk BBM saja,” jelas Muhtadi. (*)











