BeritaDaerahNewsPemerintahan

Wagub Jihan Pimpin Aksi Bersih Pasar, Ajak Masyarakat Bergerak untuk Keadilan Iklim

×

Wagub Jihan Pimpin Aksi Bersih Pasar, Ajak Masyarakat Bergerak untuk Keadilan Iklim

Sebarkan artikel ini

REAKSI.CO.ID— Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memimpin aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Raya Lebak Budi dan Pasar Pasir Gintung, Bandarlampung, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Aksi bersih-bersih melibatkan aparatur sipil negara (ASN), Satpol PP, TNI, anggota Pramuka, hingga pelajar SMA. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan gerakan pemulihan lingkungan yang dilaksanakan serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa bumi tengah menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga persoalan polusi dan sampah.

“Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingatkan kita bahwa bumi yang kita tempati saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius,” ujar Jihan.

Menurutnya, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”, mengandung pesan bahwa seluruh elemen masyarakat harus bergerak dari sekadar diskusi menuju tindakan nyata.

“Sudah saatnya kita bergerak dari diskusi menuju aksi. Tidak cukup hanya berbicara dan saling mengingatkan, tetapi kita harus turun langsung ke lapangan melakukan langkah-langkah nyata untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Jihan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap budaya hidup bersih dapat tertanam sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia menilai masih banyak pihak yang menganggap persoalan lingkungan sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Padahal, setiap individu memiliki peran yang sama dalam menjaga kelestarian alam.

“Satu botol plastik yang dibuang sembarangan, satu pohon yang ditebang tanpa upaya penanaman kembali, atau satu sungai yang dibiarkan tercemar akan meninggalkan dampak yang pada akhirnya kembali kepada manusia,” ujarnya.

Menurut Jihan, berbagai bencana seperti banjir, cuaca ekstrem, dan perubahan musim yang tidak menentu merupakan sinyal bahwa hubungan manusia dengan alam perlu segera diperbaiki. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus salah satu sumber penghasil sampah dalam jumlah besar.

“Kita ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Ekonomi boleh tumbuh dan berkembang, tetapi lingkungan harus tetap bersih, sehat, dan terjaga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan dan kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Menurutnya, tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi apabila lingkungan hidup mengalami kerusakan dan meninggalkan beban bagi generasi yang akan datang.

Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Jihan menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak boleh berhenti pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia semata. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mendaur ulang, serta menjaga kebersihan saluran air harus menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting bukan hanya kegiatan hari ini, tetapi bagaimana nilai-nilai kepedulian lingkungan menjadi bagian dari perilaku kita setiap hari. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat mewariskan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(*).

Tinggalkan Balasan