Program ini disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Tujuannya jelas, memastikan semua anak di Lampung bisa dapat ijazah SMA, meski terkendala jarak, biaya, atau harus bekerja.
Slogan program ini menarik, “Bersama Berkolaborasi, Jarak Bukan Halangan, Ilmu Tetap di Genggaman”.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa PJJ adalah program prioritas untuk menyelamatkan masa depan anak Lampung.
“PJJ ini kami hadirkan untuk menjawab persoalan Anak Tidak Sekolah. Banyak anak kita yang cerdas, tapi terpaksa berhenti karena harus bekerja atau tinggal di daerah yang jauh dari SMA. Negara harus hadir,” ujar Thomas kepada media ini. Selasa (23/6/2026)
Thomas menambahkan, pendaftaran calon siswa SPMB PJJ direncanakan mulai bulan Juli 2026 ini. “Saat ini kami finalisasi juknis dan sosialisasi ke kabupaten/kota. Insyaallah Juli sudah bisa dibuka. Gratis, tidak ada pungutan apa pun,” tegasnya.
Menurut Thomas Amirico, PJJ terbuka untuk, Anak yang putus sekolah atau belum pernah masuk SMA, Anak yang sudah bekerja membantu orang tua, Anak yang tinggal di daerah jauh seperti Lampung Barat, Pesisir, dan wilayah 3T, Anak dari keluarga pekerja migran yang orang tuanya di luar negeri, dan Anak yang sakit atau punya kondisi khusus sehingga sulit ke sekolah tiap hari.
Thomas menekankan, ijazah dari PJJ ini sama dengan ijazah SMA reguler. Sah dan diakui negara untuk melamar kerja, daftar TNI/Polri, atau lanjut kuliah. Tidak ada perbedaan.
Belajar PJJ dirancang agar tidak memberatkan. Waktunya fleksibel dan bisa diatur. Caranya mudah:
Lewat HP: Materi pelajaran dikirim lewat ponsel.
Belajar Online: Ada jadwal bimbingan dengan guru melalui video.
Tugas Praktik: Lebih banyak tugas proyek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bertemu Guru: Sesekali ada pertemuan di sekolah untuk praktik atau ujian.
Didampingi Guru: Setiap siswa tetap dibimbing guru dan tutor secara rutin.
“Jadi anak-anak kita tetap bisa bantu orang tua di rumah atau bekerja, sambil sekolah. Pendidikan tidak boleh berhenti karena keadaan ekonomi,” jelas Thomas.
Di Mana Bisa Mendaftar? Ada 4 sekolah penyelenggara PJJ di Lampung:
Pertama: SMAN 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk.
Kedua: SMAN 1 Pagar Dewa, Lampung Barat.
Ketiga: SMAN 1 Gunung Sugih, Lampung Tengah.
Keempat: SMAN 1 Rawa Jitu Selatan, Tulang Bawang.
Silakan pilih sekolah yang paling dekat dari rumah. Sebagian besar proses belajar dilakukan secara online.
Syaratnya mudah dan tidak menyulitkan, Usia paling tinggi 18 tahun, Sudah lulus SMP atau sederajat, Saat ini tidak terdaftar di sekolah lain, Jika dokumen belum lengkap bisa menggunakan Surat Keterangan dari Desa atau Kelurahan. Nanti akan dibantu proses verifikasinya oleh petugas.
Thomas Amirico menegaskan, program PJJ ini dibuat untuk tiga hal utama.
Pertama: Memberi kesempatan sekolah untuk semua anak Lampung.
Kedua: Menekan angka Anak Tidak Sekolah hingga nol.
Ketiga: Menjangkau anak di pelosok dan wilayah 3T.
“Prinsip kami jelas. Pemerintah tidak ingin ada satu pun anak Lampung yang kehilangan masa depan hanya karena tidak punya ijazah. Kemiskinan bukan alasan untuk bodoh. Semua anak berhak meraih cita-cita,” tegas Thomas.
Pendaftaran tidak dipungut biaya. Bagi Bapak/Ibu yang putra-putrinya belum melanjutkan ke SMA, silakan manfaatkan kesempatan ini.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 4 SMAN penyelenggara di atas atau datang langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Pendaftaran resmi rencananya akan dibuka Juli 2026.
Penulis: (tim pwri)

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung membuka kesempatan baru bagi anak-anak yang belum bisa lanjut sekolah. Program ini bernama Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tingkat SMA. Biaya pendaftaran gratis.








