Seekor sapi kurban jenis Bali dengan bobot mencapai 487 kilogram tercebur ke dalam galian tanah di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Selasa , 26 Mei 2026, petang.
Upaya penyelamatan yang berlangsung sekitar dua jam akhirnya berujung pada penyembelihan darurat di lokasi karena kondisi sapi terus melemah.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung sekitar pukul 18.06 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue B langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kadisdamkarmat Bandar Lampung Anthony Irawan melalui Danru Rescue B Damkarmat Kota Bandar Lampung, Desri Rinando, mengatakan proses evakuasi dilakukan menggunakan perlengkapan vertical rescue dan tripod guna mengangkat sapi dari dalam galian sedalam kurang lebih satu meter.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya evakuasi sapi yang tercebur ke dalam galian,” ujar Desri, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, proses penyelamatan mengalami kendala lantaran ukuran tubuh sapi yang besar serta kondisi hewan yang semakin melemah selama berada di dalam lubang.
Tim rescue juga mendapati sapi mengalami cedera serius pada bagian pinggang sehingga tidak mampu berdiri.
“Sapi mengalami penurunan kondisi kesehatan dan diduga mengalami patah pinggang sehingga proses pengangkatan sangat sulit dilakukan,” katanya.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pemilik hewan kurban, keputusan penyembelihan darurat akhirnya diambil demi menghindari kondisi yang lebih buruk. Proses penyembelihan dilakukan langsung di dalam galian dengan pengawasan tim rescue.
“Pemilik memutuskan sapi disembelih di dalam galian dan tim rescue membantu proses eksekusi agar berjalan aman,” jelasnya. (*)











