bus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung Utara yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak dapur penyedia makanan.
Kepala SPPG Bandar Sakti,
Dian Kurniawan, menegaskan bahwa menu yang beredar di media sosial tersebut bukan sekadar singkong rebus biasa.
Ia menjelaskan bahwa makanan yang disajikan sebenarnya adalah singkong yang telah diolah dengan tambahan keju dan susu sebagai bagian dari menu tambahan dalam program MBG.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di kantor DPC PWRI Lampung Utara pada Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik serta untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Dian Kurniawan menjelaskan bahwa setiap menu dalam program Makan Bergizi Gratis telah disusun berdasarkan standar gizi tertentu. Penyusunan menu mempertimbangkan kebutuhan karbohidrat, energi, serta tambahan nutrisi lain bagi para penerima manfaat program.
Menurutnya, singkong yang disajikan dalam menu tersebut telah diolah dengan tambahan keju dan susu sehingga nilai gizinya meningkat. Dengan pengolahan tersebut, makanan tersebut tetap memenuhi kebutuhan energi bagi para penerima program.
“Menu tersebut bukan hanya singkong rebus biasa. Kami menambahkan keju dan susu agar kandungan gizinya lebih baik dan sesuai dengan standar gizi program,” jelas Dian.
Meski demikian, pihak dapur SPPG Bandar Sakti mengakui bahwa kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan publik.
Mereka menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun media. Pihak pengelola juga menjadikan polemik yang sempat viral tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
“Kami menerima kritik dari masyarakat sebagai bentuk perhatian terhadap program ini. Hal tersebut akan menjadi evaluasi agar penyajian menu ke depan dapat lebih baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar perwakilan dapur SPPG dalam pertemuan tersebut.
Melalui klarifikasi ini, pengelola dapur SPPG Bandar Sakti berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan gambar atau narasi yang beredar di media sosial.
Mereka juga menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas menu, memenuhi standar gizi, serta menerapkan transparansi dalam pelaksanaan program MBG di wilayah kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara.
Dengan adanya dialog dan klarifikasi tersebut, diharapkan polemik yang sempat berkembang di masyarakat dapat diluruskan serta menjadi momentum perbaikan dalam penyelenggaraan program makan bergizi bagi masyarakat.
(Tim PWRI Lampung Utara)









