Bandar Lampung, REAKSI.CO.ID – Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal diwarnai langkah cepat menata keuangan daerah. Di tengah tekanan fiskal, Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim berhasil melakukan penyehatan APBD sebagai fondasi pembangunan.Tujuan Wisata
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri peluncuran Koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung dan buku refleksi satu tahun kepemimpinan di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin (2/3/2026).
Mirza mengakui, awal masa jabatannya dihadapkan pada beban utang yang tidak kecil. Namun, melalui pemetaan anggaran dan efisiensi belanja, kondisi fiskal mulai tertata.
“Utang Rp600 miliar ke pihak ketiga sudah kita lunasi. Untuk utang Rp1,2 triliun ke kabupaten, kita atur skemanya. Efisiensi Rp200 miliar kita lakukan, dan itu membuka ruang fiskal untuk program prioritas,” ujarnya.
Menurutnya, penyehatan APBD bukan sekadar soal angka, melainkan upaya mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan pembangunan berjalan lebih terarah.
Ia menegaskan, stabilitas fiskal menjadi syarat utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh tentang percepatan pembangunan. (*)
