REAKSI.CO.ID, Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung Kostiana meminta kajian ulang dari rencana penambahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari alokasi pagu belanja sektor pendidikan dalam APBN Tahun Anggaran 2026.
Menurut dia, kebijakan itu berpotensi menggerus optimalisasi kinerja pada sektor pendidikan, terlebih anggaran belanja pendidikan telah mengalami pengurangan akibat efisiensi.
“Kita tentu mengapresiasi program MBG. Namun, kami tidak sepakat apabila pendanaannya memangkas anggaran pendidikan. Seharusnya MBG memiliki pos anggaran tersendiri dan tidak mengorbankan sektor pendidikan,” ujar Wakil Ketua DPRD Lampung itu dalam pernyataan di Bandarlampung, Kamis (26/2/2026).
Dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun, sekitar Rp223,5 triliun atau 29 persen, saat ini dikabarkan bakal dialokasikan untuk optimalisasi program MBG kepada masyarakat.
Nilai tersebut melampaui pagu sejumlah kementerian yang secara langsung mengelola sektor pendidikan, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp56,6 triliun serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebesar Rp61,8 triliun.
Menurut dia, pendidikan merupakan aspek fundamental dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyayangkan apabila anggaran pendidikan justru digunakan untuk program di luar kebutuhan utama sekolah.
Ia mencontohkan masih banyaknya kondisi sekolah yang memprihatinkan, baik dari sisi bangunan maupun sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Di berbagai wilayah, kita masih melihat sekolah dengan fasilitas yang sangat terbatas dan kondisi bangunan yang kurang layak. Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Ia menilai, jika anggaran pendidikan tidak terpecah untuk program lain, pemerintah dapat lebih fokus pada pemerataan fasilitas, rehabilitasi, serta revitalisasi sekolah-sekolah yang rusak. (*)
