Hampir 15 Persen Lahan Sawah di Kota Metro Terancam Gagal Panen, DKP3 Salahkan Petani

Hampir 15 Persen Lahan Sawah di Kota Metro Terancam Gagal Panen, DKP3 Salahkan Petani

7A0B30C7 53DD 4C5B 8885 A58B364D1CEA Hampir 15 Persen Lahan Sawah di Kota Metro Terancam Gagal Panen, DKP3 Salahkan Petani
Hampir 15 Persen Lahan Sawah di Kota Metro Terancam Gagal Panen, DKP3 Salahkan Petani (Foto reaksi.co.id)

REAKSI.CO.ID—-– Dampak kekeringan (Elnino) di Lampung dipastikan akan memerosotkan produksi padi di provinsi ini. Kabar terbaru menyebutkan, hampir 15 persen dari 2.948 hektare lahan persawahan di Kota Metro terancam gagal panen akibat kekurangan air.

Potensi ancaman fuso akibat Elnino itu, sebenarnya sudah berusaha diantisipasi dinas terkait di Pemerintahan Kota Metro dengan imbauan meminta petani untuk mempercepat penanaman sebelum tanggal 16 Juni 2023. Imbauan itu nyatanya tidak banyak dipatuhi petani.

Bila dikonversi, potensi ancaman fuso hampir 15 persen itu setara dengan 200 hektare, tersebar di empat kecamatan.

Kepala DKP3 Kota Metro, Lampung Heri Wiratno mengatakan, ratusan hektare sawah yang terancam gagal panen itu akibat dari tidak patuhnya petani dengan imbauan dinas untuk melakukan penanaman sebelum tanggal 16 Juni 2023.

Ia menjelaskan, sebelumnya DKP3 sudah mengimbau petani untuk melakukan penanaman sebelum tanggal 16 Juni lantaran panitia irigasi menghendaki percepatan penanaman padi.

Saat ini, Pemkot Metro masih terus berupaya menyelamatkan lahan-lahan persawahan yang masuk katagori terancam, sekaligus melakukan pencegahan agar potensi gagal panen tidak meluas.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, memastikan pasokan air ke berbagai sawah dapat mengalir secara maksimal untuk mencukupi kebutuhan tanaman padi. Tapi dengan laporan ini, upaya mencukupi air itu sepertinya kurang berhasil.

“Pemerintah daerah akan mengupayakan agar pasokan air ke sawah dapat mengalir dengan maksimal,” kata Wahdi Siradjuddin, Senin (4/9/2023).

Menurut Wahdi, Pemkot Metro akan berupaya untuk memenuhi ketersediaan air di lahan pertanian untuk menghindari terjadinya gagal panen.(Italia )