Survei Nasional Terbaru: Prabowo-Erick Thohir Teratas, Anies-Khofifah Posisi Kedua

IMG 20221120 213139 Survei Nasional Terbaru: Prabowo-Erick Thohir Teratas, Anies-Khofifah Posisi Kedua

REAKSI.CO.ID–Voxpol Center Research & Consulting merilis hasil survei terbarunya yang menempatkan pasangan Prabowo Subianto dan Erick Thohir memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan pasangan lainnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan Prabowo-Erick berhasil unggul dengan 31,2 persen.

“Dalam simulasi empat model tiga pasangan, pasangan Prabowo Subianto-Erick Thohir memperoleh elektabilitas tertinggi, Anies Baswedan-Khofifah Indar Paranwasa di posisi kedua,” kata Pangi dilansir JPNN. com, Minggu (20/11).

Oknum Honorer Pemkab Tulangbawang Terancam Penjara Seumur Hidup atau Denda Minimal 1 Miliar

Sementara itu, pasangan Ganjar Pranowo-Puan Maharani di posisi ketiga dengan 27,1 persen.

Menurut Pangi, Erick Thohir merupakan calon wakil presiden (cawapres) yang paling potensial di Pemilu 2024. Pasalnya, dari beberapa hasil simulasi pasangan calon, pria yang sekarang menjabat Menteri BUMN itu menunjukkan hasil positif.

 

Kondisi demikian menggambarkan bahwa Erick Thohir merupakan figur yang mampu membawa berkah kenaikan secara elektoral, terkhusus terhadap calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024.

“Dengan Ganjar atau Prabowo ataupun Anies atau dengan yang lain tetap beliau (Erick Thohir) sebagai cawapres adalah tokoh cawapres yang paling potensial. Bisa menjadi penentu peta Pilpres 2024,” ujar Pangi.

Polsek Tanjungkarang Timur Amankan Tiga Orang ‘Pak Ogah’

Survei nasional Voxpol Center yang terbaru ini dilaksanakan pada periode 22 Oktober- 7 November 2022 dengan menggunakan metode multistage random sampling melalui dua tahapan.

Tahap yang pertama menggunakan systematic random sampling dalam memilih TPS dan tahap yang kedua menggunakan systematic random sampling dalam memilih responden dari DPT. J

sampel dalam survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error +/- 2,81% menjangkau 34 provinsi se-Indonesia secara proporsional dengan populasi sampel yang terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah mempunyai hak pilih. (Red)