Keluarga Alumni Rutan kelas IIB Kotaagung, Tanggamus Bantah Pengakuan Gultom KPR dan Karutan Sobirin

Keluarga Alumni Rutan kelas IIB Kotaagung, Tanggamus Bantah Pengakuan Gultom KPR dan Karutan Sobirin

IMG 20221114 WA0199 Keluarga Alumni Rutan kelas IIB Kotaagung, Tanggamus Bantah Pengakuan Gultom KPR dan Karutan Sobirin

REAKSI.CO.ID — Keluarga Alumni napi Rutan Klas IIB Kota Agung membantah atas apa yang di sampaikan, Gultom selaku KPR , dan Sobirin sebagai Kepala Rutan, terkait biyaya kamar dan bebasnya para narapidana memiliki HP di dalam Rutan .

Tak perlu risih jika merasa bersih. hal itu di sampaikan Keluarga Alumni Napi

Pasalnya Gultom dan Kepala Rutan IIB Kotaagung membantah terkait dugaan jual beli kamar dan bebesnya narapidana memiliki alat komunikasi atau HP Android di dalam Rutan, hal itu disampaikan Gultom dan Sobirin di beberapa media Online setelah terbit nya berita miring yang menyangkut Rutan IIB tersebut.

Pendataan Regsosek Kabupaten Lamteng Diawali dengan Sambangi Bupati dan Wakil

Menurut Keluarga Alumni Napi, Gultom bicara sudah banyak perubahan karena sudah menjalankan SOP sesuai Undang-Undang No 12 tahun 1995.

“Segala macem itu wajar tapi fakta nya gak semanis apa yang di sampaikam Gultom saya yakin dengan terbitnya berita miring pasti semuanya sudah disterilkan semua fasilitas yang ada di dalam kamar seperti mejikom alat untuk masak HP dan sebagainya”. Katanya. Minggu (13/11/2022)

” Kalau steril itu mah udah Biasa dikumpulin disimpan udah aman baru dikeluarkan lagi tapi gak lama barang barang itu keluar lagi paling juga Dua Tiga hari aja kalau kondisinya udah kondusif ya di keluarkan biasanya pakai duit lagi, mana ada didalam rutan itu gratis gak ada yang gratis semuanya bayar hidup di penjara itu mahal lah.

” Coba kita pikirkan darimana orang didalam penjara tapi bisa dapat duit, dari HP itu lah para narapidana dapat duit dengan modus tipu tipu pakai akun lain ada yang ngaku Polisi ada juga yang lain dengan berbagaiacam cara mereka untuk mendapatkan duit intinya bicara masalah rutan gak bakal ada habisnya”.

Maksimalkan Pembayaran Zakat, Baznas Tubaba Silaturahmi dan Distribusikan Bantuan Lansia di Way Kenanga

” Lanjutnya sebelum nya udah saya ceritakan semua dan itu sangat jelas kalau biyaya kamar masih ada. dari dulu sampai sekarang anak saya belum lama keluar dari Rutan belum lama kok tahun 2022 ini maka nya saya bilang belum lama, kalau apa yang di bilang pihak Rutan sudah menyediakan fasilitas video call bagi WBP itu hanya formalitas aja .

” Mau pidah blok aja dari mapelnaling kita harus bayar biyaya nya pun berpariasi dari Rp 2 500.000 –3000.000 juta rupiah, beda lagi biyaya HP untuk Android Rp 300.000 ribu per bulan HP jadul Rp 1500.00 ribu perbulan dan yang tidak pegang HP pun tetap bayar Rp 1500.0. ribu perbulan nya

Ditempat terpisah saat awak media )))mendatangi rumah mantan Napi Rutan Kota Agung yang keluar pada bulan Februari 2022 lalu iya juga membenarkan, setelah suami saya pelimpahan dari Polres ke Rutan, masuk lah di penampungan atau apa lah nama nya yang isi nya banyak jadi suami saya gak betah karena gak bisa tidur dan dia bilang sama saya bisa ngurus kamar biar saya bisa pindah pada Senen (14/11/2022)

” Kalau untuk biyaya nya saya sudah luoa nominal nya yang jelas biyayanya di atas satu juta gitu lah gak mungkin di bawah satu juta”.

Tokoh Masyarakat Adat Tubaba Laporkan Ancaman Pembunuhan ke Polisi

” Intinya didalam rutann itu gak ada yang gratis semuanya mahal,

” Tapi kalau soal HP suami saya gak pegang jadi kalau dia mau mintak makanan atau mintak duit dia telpon pinjam sama temannya yang satu kamar sama dia, memang sih kata suami saya banyak orang orang di dalam penjara itu pada pegang HP tapi suami saya kan gak mau pegang. HP pungkasnya .(TOMI)