Batal ‘Jajan’ Via MiChat, Anggota Satgas KTT G20 Dibunuh

Batal 'Jajan' Via MiChat, Anggota Satgas KTT G20 Dibunuh

IMG 20221117 102514 Batal 'Jajan' Via MiChat, Anggota Satgas KTT G20 Dibunuh

REAKSI.CO.ID–Seorang anggota Mabes Polri, FNS (22) yang ditugaskan di Bali untuk pengamanan KTT G20 dibunuh usai terlibat keributan dengan pekerja seks komersial (PSK) pada Rabu (16/11/2022).

Anggota Satgas Mabes Polri yang ditugaskan PAM KTT G-20 di Bali, Bripda FNS (22) tewas ditusuk bagian leher usai terlibat keributan dengan pekerja seks komersial (PSK) yang dibatalkan pesanannya via MiChat di Hotel Permata Dana Jalan Pidada Ubung Denpasar sekitar pukul 01.00 Wita pada Rabu (16/11/22).

Korban dikabarkan dikeroyok tiga orang, usai membatalkan pesanan PSK via Mechat yang tidak sesuai dengan pesanan, dan minta uang dikembalikan. Para pelaku kini masih diburu polisi.

Polisi Lampung Tangkap Sindikat Hacking Spesialis Bank

“Pelaku diduga beberapa orang,” ujar sumber di kepolisian yang tidak mau disebut namanya.

Pihak kepolisian mengatakan para pelaku berjumlah lebih dari satu orang. “Pelaku diduga beberapa orang,” ujar sumber di kepolisian yang tidak mau disebut namanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, FNS merupakan anggota Baharkam Mabes Polri yang ditugaskan dalam pengamanan KTT G20. Selama di Bali, dia menginap di Hotel Aston Denpasar.

Diinformasikan, FNS merupakan anggota Baharkam Mabes Polri yang ditugaskan dalam pengamanan KTT G20. Selama di Bali, dia menginap di Hotel Aston Denpasar.

Sat Narkoba Polresta Bandarlampung Lakukan Tes Urine 34 Anggotanya

Awalnya, korban melakukan booking PSK online bernama Luh Kerti Dana Sari alias LKDS (22) melalui aplikasi MiChat. Keduanya lantas sepakat menentukan tempat kencan di Hotel Permata Dana Jalan Pidada Ubung Denpasar sekitar pukul 01.00 Wita.

Lalu, setibanya di hotel, korban membatalkan kencan karena PSK yang dibooking tidak sesuai keinginan. Korban lalu meminta uangnya kembali.

Selanjutnya, terjadi keributan antara korban dengan sejumlah orang yang diduga pelaku. Keributan berakhir setelah korban tumbang bersimbah darah akibat tertusuk di bagian lehernya. Kemudian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Wangaya Denpasar. Naas, nyawanya tidak tertolong setelah beberapa saat mendapat perawatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan dari satuan Reskrim.

“Saya belum terima laporan,” katanya singkat. (Red)