Sopir Taksi Online Perkosa Penumpang Wanita di Bandarlampung Diburu Polisi

Sopir Taksi Online Perkosa Penumpang Wanita di Bandarlampung Diburu Polisi

20220920 205547 scaled e1663754327425 Sopir Taksi Online Perkosa Penumpang Wanita di Bandarlampung Diburu Polisi
(Foto Ist.)

REAKSI.CO.ID–Seorang pengemudi ojek online (ojol) Maxim inisial ARJ, pengendara mobil Ayla Merah B-2619-TKE kini menjadi buruan Polisi karena diduga memperkosa seorang wanita yang menjadi penumpangnya di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung pada Minggu, (18/9/22).

Korban NI, warga Telukbetung, didampingi keluarganya telah melaporkan kasusnya ke Pusat Maxim dan Polresta Bandar Lampung, dengan tuduhan telah melakukan pemerkosaan, Selasa, 20 September 2022 malam.

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, korban Ni yang berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) freeland di rudapaksa didalam mobil dengan ancaman akan dibunuh jika tidak mengikuti kemauan pelaku, dan jika melaporkan peristiwa tersebut.

Pemprov Lampung Gelar Rapat Final Persiapan Restocking Benih Ikan di Sungai Tulangbawang

“Saya pulang kerja, trus saat pulang memang biasa naik Maxim. Malam itu saya dapat Maxim mobil Alya Merah. Ditengah jalan pengemudi pria itu mengncam dan memperkosa saya,” kata NI, yang bekerja di salah satu Karaoke di bilangan Jalan Yossudarso.

Karena ketakutan, Ni pasrah mengikuti perintah pelaku. Lalu Ni diturunkan di jalan, juga diancam akan dibunuh jika melaporkan peristiwa itu. “Saya diturunkan ditengah jalan. Saya menghubung keluarga. Keluarga juga sempat mendatangi kantor Maxim untuk menanyakan status kendaraan dan pengemudinya,” katanya.

Kemudian, bersama keluarga NI, melaporkan pengendara mobil Ayla berpelat B-2619-TKE ke Polresta Bandar Lampung. Saat ini kasusnya di tangani Satreskrim Polresta Bandar Lampung. “Kasusnya sedang dalam penyelidikan. Pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra.

Gubernur Lampung Buka Acara FGD Penyelesaian Penanggulangan Ceceran Minyak Bumi di Lampung

Informasi lain menyebutkan, kasus dugaan rudapaksa terhadap wanita pemandu lagu yang dilakukan oleh oknum sopir ojek online kerap tersiar. Namun mayoritas korban malu untuk melaporkan kasus tersebut. (Red)